Social Icons

Pages

Selasa, 10 November 2015

Waduk Jatigede dan hilangnya empati pemerintah



Pemberitaan di media elektronik dan media cetak tentang rencana penggenangan waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, jika benar sangat menggiriskan bagi sanubari para pirsawan yang peka terhadap kehidupan masyarakat pinggiran. Disatu sisi, waduk sebagai penyimpan air hujan yang mengalir di permukaan dan terkumpul masuk ke dalam waduk sangat bermanfaat untuk sektor pertanian, energi listrik dan sumber air minum untuk kehidupan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat yang berada jauh dari lokasi waduk. Namun, disisi lain ada ekosistem yang hilang termasuk masyarakat yang telah lama tinggal di areal waduk tersebut. Mereka tercerabut dari kehidupan damai dan tenteram yang telah mereka alami selama bertahun-tahun sebelum waduk dibangun. Kicauan burung dan canda anak-anak pedesaan hilang segera tergenang air waduk

Minggu, 08 November 2015

Apakah Ketahanan Pangan Mengkawatirkan, Kecuali Sikap Kita Terhadap Teknologi dan Inovasi Berubah?



Populasi dunia diperkirakan akan melebihi sembilan miliar pada tahun 2050, sehingga menciptakan sejumlah tantangan. Tentunya kunci pemecahan tantangan tersebut adalah bagaimana kita dapat menyediakan pangan/makanan bagi setiap orang. Sejalan dengan itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB telah memperingatkan bahwa produksi pangan harus meningkat 70 persen jika akan memenuhi permintaan pangan tersebut. Sementara itu, langkah-langkah seperti mengurangi limbah makanan dan mengubah pola makan harus memainkan perannya, mereka tidak akan memberikan solusi sendiri. Jika kita ingin mengatasi tantangan ketahanan pangan ini, tindakan yang sangat penting adalah meningkatkan produktivitas pertanian sehingga kita bisa mengimbangi meningkatnya permintaan pangan.

Sebagai tanggapan hal diatas, kita perlu memanfaatkan inovasi dan teknologi sepanjang jalan dari lahan pertanian sampai ke rak toko bahan pangan, sehingga pasokan makanan menjadi aman dan terjangkau. Kita perlu menyadari bahwa aplikasi inovasi tersebut perlu disertai tanggung jawab yaitu  tidak membahayakan lingkungan dimana kita sangat bergantung kepada lingkungan guna menghasilkan sumber bahan pangan, untuk melindungi kesehatan masyarakat, dan untuk memastikan transparansi sepanjang rantai pasokan makanan yang dapat memberikan pilihan yang tepat untuk konsumen. Namun, kita juga perlu memastikan inovasi perlu dirangsang dan dihargai dan melalui pendekatan manajemen risiko yang efektif, sehingga dengan keseimbangan yang tepat maka kita dapat meningkatkan produksi dan pasokan pangan berkelanjutan. Semua ini harus memberikan kesempatan yang luas untuk sektor sains dan teknik guna bekerjasama dengan produsen makanan dan industri makanan untuk memperkuat posisi sebagai negara terkemuka berdasarkan riset dan untuk berkontribusi pada keamanan masa depan dan keberlanjutan pasokan makanan kita.

Minggu, 01 November 2015

Kekurangan air merupakan resiko utama dunia, bagaimana mencegahnya?



Pertumbuhan ekonomi merupakan bisnis yang sangathaus”. Kita perlu menggandakan produksi pangan dunia, tetapi kita sudah menggunakan sekitar 70 persen air tawar dunia untuk pertanian. Sementara itu, negara-negara industri, khususnya US, telah mengalihkan 40 persen air mereka untuk produksi energi, yang permintaannya terus meningkat. Saat ini, ketidak berkelanjutannya air sedang diekstrak dari banyak ekosistem air tawar di dunia, sekitar 80-90 persen air telah digunakan di banyak daerah kering dan semi-kering dimana kondisi air telah langka. Jelas hal ini menunjukkan adanya ketidak berkelanjutan penggunaan air. Tetapi bagaimana cara terbaik untuk mengalokasikan air agar dapat memenuhi kebutuhan sektor energi untuk mendukung ekonomi, kebutuhan kota untuk menyediakan air untuk rumah tangga dan pelayanan air limbah, kebutuhan irigasi bagi tanaman petani, dan kebutuhan ekosistem untuk mempertahankan eksistensi sungai dan aquifers yang sangat kita butuhkan?. Hal ini merupakan resiko dan pengorbanan yang nyata bahwa tumbuhnya perekonomian dan masyarakat global harus diarahkan.

Rabu, 21 Oktober 2015

Panenlah air, jika ada hujan buatan!!!



Kekeringan merupakan gejala alam yang harus dihadapi dengan bijak tanpa saling menyalahkan satu dengan yang lain jika dampak kekeringan menimbulkan penderitaan masyarakat, baik di kota maupun pedesaan. Salah satu upaya untuk mengatasi kekeringan saat ini, pemerintah berencana akan membuat hujan buatan. Ini momentum bagus bagi penduduk yang wilayahnya menderita kekeringan dan jika kebetulan akan mendapat berkah dari air hujan buatan. Jika hujan buatan akan dilakukan, sebaiknya pemerintah (BMKG, BNPB dan institusi terkait lainnya) memberitahukan kepada khalayak maupun pemda yang mungkin sebagian wilayahnya akan turun hujan. Walaupun ketepatan waktu dan tempat terjadinya hujan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, mungkin para ahli pembuat hujan dapat menginfokan perkiraan wilayah yang mungkin akan mendapatkan air hujan.

Minggu, 18 Oktober 2015

Air merupakan kebutuhan dasar manusia



Tidak ada air, umat manusia di dunia kebingungan. Jika tidak ada listrik, umat manusia masih bisa hidup walaupun kembali ke jaman dahulu dengan menggunakan peralatan tanpa listrik. Namun jika air tidak ada atau langka, umat manusia harus bersusah payah untuk memperolehnya guna menyambung kehidupan diri sendiri maupun keluarganya.  Jika kita bijak menyikapi alam ini, tentunya kita tidak akan mengalami kesulitan. Namun, umat manusia sering lupa dan tidak mau bersahabat dengan alam. Malahan mereka terus berupaya merusaknya tanpa memikirkan dampak di kemudian hari.

Kamis, 15 Oktober 2015

Penyimpanan air didalam tanah untuk keamanan air



Air tanah merupakan aspek yang paling penting dari keamanan air di abad ke-21. Petani memanfaatkan air  itu sebagai cadangan ketika hujan kurang memadai atau air  irigasi tidak mencukupi. Tetapi kita hanya menerima begiru saja karena air tanah pada dasarnya tidak terlihat dibawah kaki kita. Adanya teknologi penginderaan jarak jauh berbasis teknologi, kita baru sadar bahwa air tanah yang merupakan sumber air sangat penting tersebut dalam kondisi bahaya. Sedangkan jumlah air yang dikeluarkan dari tanah dengan menggunakan pompa jauh lebih besar dibanding jumlah air yang diisikan kembali ke sumber air tersebut di berbagai bagian dunia. Untuk meningkatkan ketahanan kita terhadap perubahan klim dan memperpanjang musim tanam, kita harus serius mempertimbangkan bahwa tidak hanya memompa air tanah ke permukaan saja seperti yang selalu kita lakukan, tetapi juga menyimpan air permukaan dari air hujan ke dalam tanah guna menjamin keamanan air kita untuk besok. Penyimpanan air di bawah tanah merupakan topik bahasan yang lama didiskusikan yang dapat memperkuat pasokan air di wilayah kering dan semi-kering, tetapi hanya sedikit upaya yang dilaksanakan. 

Jumat, 09 Oktober 2015

Meningkatkan Panen Air Hujan



Banyak daerah yang mengalami kekeringan, juga memiliki curah hujan yang berlebihan selama musim hujan. Seandainya air hujan tersebut disimpan, maka akan tersedia air yang cukup untuk mengairi lahan petani sepanjang musim kemarau. Menangkap air hujan dan menyimpannya sebagai air permukaan disebut pemanenan air hujan. Dengan melestarikan air hujan, petani dapat memperluas lahan usahataninya yang dapat diairi, bercocok tanam di musim kemarau, mendukung budidaya ternak dan bahkan mengisi ulang air tanah. Hal Ini berarti akan dapat menyediakan pangan yang lebih baik bagi keluarganya dan pendapatan yang lebih tinggi.  Selain itu, air hujan yang disimpan dapat membantu penyediaan air bagi kebutuhan rumah tangga petani. Sistem pemanenan air hujan dapat dilakukan secara ex-situ atau in-situ. Ex-situ, merupakan pemanenan air hujan yang mengacu pada struktur yang dibangun untuk menangkap air hujan. Hal ini bisa bentuk kolam, tangki, atau waduk dan dapat dimiliki secara individu atau komunal atau oleh pemerintah. Semua bentuk dan ukuran tergantung pada jumlah curah hujan dan ukuran lahan yang tersedia, kesesuaian lokasi serta kebutuhan petani. Beberapa petani berhasil mendanai pembangunan kolam penampung air huja secara mandiri, namun sebagian petani memerlukan bantuan pemerintah maupun swasta atau LSM. Ada praktek lain yang membantu melestarikan air hujan karena jatuh di hamparan lahan usahatani. Dengan membangun pematang atau teras di lahan usahatani akan meningkatkan retensi kelembaban tanah dan membuat air hujan tersedia sekitar tanaman. Hal ini dikenal sebagai pemanenan air hujan in-situ.
 
Blogger Templates