Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa para
pelajar dan mahasiswa dari Malaysia banyak yang sekolah atau kuliah di
Indonesia, namun saat ini justru kebalikan dari masa itu. Banyak mahasiswa
Indonesia yang melanjutkan studi di Malaysia. Ini menunjukkan bahwa Malaysia
telah sukses membangun SDM nya, walaupun harus belajar dari negara tetangga.
Bagaimana dengan SDM kita? Berbagai cara telah ditempuh oleh pemerintah melalui
perbaikan kurikulum, penyediaan dana beasiswa cukup besar untuk studi lanjut ke
jenjang lebih tinggi maupun untuk pelajar kurang mampu tetapi memiliki
kepandaian istimewa, seleksi CPNS dengan indeks prestasi cukup tinggi dll. Akan
tetapi, upaya tersebut masih belum memuaskan pemerintah, karena hanya sebagian
dari sejumlah SDM berkualitas saat ini yang bisa direkrut untuk berkerja di
birokrasi pemerintah.
Minggu, 14 Desember 2014
Jumat, 12 Desember 2014
Masihkah Riset Tanaman Pangan Diperlukan?
Pertanyaan diatas perlu dijawab dengan
argumen mungkin ya dan mungkin tidak. Tergantung sudut pandang kita
masing-masing dalam menyikapi hal tersebut. Untuk riset di bidang tanaman
pangan, kita masih memerlukan penelitian dasar guna menghadapi kondisi saat ini
dan yang akan datang, seperti perubahan iklim, peningkatan jumlah penduduk,
persaingan perdagangan komoditas dengan negara lain, upaya peningkatan
kesejahteraan petani dan sekaligus upaya pencapaian swasembada pangan.
Sedangkan untuk riset terapan di bidang tanaman pangan, ada baiknya kita
berfikir kembali. Untuk riset terapan yang bersifat pengujian, jawabannya “yes”
kita harus terus melakukan. Sedangkan untuk riset terapan yang lainnya, ada
baiknya dihentikan sementara selama periode 2-3 tahun. Mengapa demikian? Apakah
nantinya peneliti yang berkerja pada riset terapan pada nganggur dan akhirnya
fungsional mereka pada dihentikan sementara, akibatnya dapur keluarga mereka
tidak ngebul.
Kamis, 11 Desember 2014
Pupuk Hayati
Saat ini petani masih menggunaan pupuk anorganik secara masif guna meningkatkan produktivitas tanamannya, khususnya pada tanaman padi. Petani masih beranggapan bahwa mereka tidak puas kalau tanamannya tidak berwarna hijau. Sehingga petani terus memberikan pupuk anorganik dengan dosis besar. Berbagai inovasi efisiensi pupuk anorganik telah dikenalkan kepada petani, namun inovasi ini belum menjangkau di seluruh lahan petani di Indonesia. Sementara itu, tumbuh secara perlahan produk pupuk lain, yang telah beredar di kalangan petani, yang dinamakan pupuk hayati. Menurut Permentan No. 70 Tahun 2011, pupuk hayati adalah produk biologi aktif terdiri atas mikroba yang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan, dan kesehatan tanah. Pupuk hayati semakin diminati petani karena selain ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia, juga dapat meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen. Pupuk hayati ini dapat digunakan pada tanaman pangan, palawija, hortikultura dan perkebunan.
Senin, 08 Desember 2014
Bagaimana Menulis Policy Brief
Pada suatu
lembaga riset, sering para peneliti atau pejabat struktural diminta untuk
membuat Policy Brief tentang isu-isu penting yang akan diserahkan kepada
pembuat kebijakan. Policy Brief adalah adalah bentuk laporan yang dirancang
untuk memudahkan pembuatan kebijakan (Eisele, 2006). Tujuan utamanya adalah menyiapkan bahan pilihan kebijakan tentang
isu tertentu yang ditujukan kepada pembuat kebijakan. Pembuat kebijakan perlu
membuat keputusan segera karena terbatasnya waktu dan perlu didukung bukti-bukti kejadian di lapang, serta rekomendasi untuk mengatasi isu atau masalah yang terjadi (Eisele, n.d.).
Learning Organization dan Knowledge Management Wajib Dipahami Manajer Lembaga Riset
Beberapa
pengertian learning organization adalah: 1) Senge (2009) bahwa learning
organization adalah organisasi yang memiliki kapasitas untuk mampu
menciptakan masa depannya sendiri, 2) Maholtra (1996), Learning organization
sebagai sekumpulan individu dalam organisasi yang terus menerus memperbaiki
kompetensi diri untuk menciptakan segala inovasi yang mampu mereka ciptakan,
dan 3) Hacket (2000) menyatakan bahwa organization learning adalah
proses yang mendukung organisasi untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan,
serta mampu bertumbuh ke arah yang lebih baik melalui penciptaaan dan
pengaplikasian hal-hal baru seperti knowledge, kemampuan dan kompetensi
sekaligus mampu mentransformasikannya kepada kolega lainnya. Menurut Senge,
learning organization yang sukses memiliki ciri sebagai berikut: 1) Proses
pembelajaran individu berjalan dengan baik, 2) Proses knowledge sharing
berjalan dengan baik, 3) Budaya organisasi mendukung proses dan aktivitas
pembelajaran, 4) Karyawan dimotivasi dan didukung penuh untuk mampu berfikir
kritis dan berani mengambil resiko atas inovasi dan ide yang dijalankan, dan 5)
Organisasi berpandangan bahwa karyawan memiliki kontribusi penting terhadap
kemajuan organisasi.
Membudayakan Anak Gemar Membaca
Sering terdengar banyak orang tua yang mengeluh karena anaknya tidak mau membaca. Padahal para orang tua sudah membelikan berbagai buku bacaan untuk level anak-anak. Sebetulnya tidaklah sulit untuk membudayakan anak mau membaca, apalagi saat ini kondisi sosial ekonomi keluarga sudah cukup mampu untuk membelikan buku bacaan bagi anak-anak. Akan tetapi, anak-anak sering malas untuk membaca, ditambah banyaknya tayangan media elektronik dari berbagai stasiun televisi yang memutar film anak maupun film orang dewasa.
Minggu, 07 Desember 2014
Critical Mass Peneliti
Sumber Daya Manusia (SDM) peneliti merupakan salah satu modal dasar untuk menghasilkan inovasi teknologi di
bidang pertanian. Berdasarkan hasil penelitian Bappenas (2004), SDM merupakan faktor
kunci yang mempengaruhi kinerja lembaga penelitian disamping manajemen,
fasilitas penelitian, dan anggaran penelitian. Masih banyak permasalahan yang menghambat upaya pembinaan dan pengembangan peneliti,
diantaranya adalah a) adanya kesenjangan antara jumlah sdm peneliti dengan administrasi dan fungsional lain non-peneliti, yang
umumnya proporsi peneliti lebih kecil jumlahnya, b) banyak peneliti usia lanjut
dan pensiun, sedangkan regenerasi peneliti yang kompeten lambat, c) fenomena
para calon peneliti yang banyak diisi oleh pegawai wanita dibanding pria,
sehingga banyak terjadi mutasi karena alasan ikut suami, d) adanya reorganisasi
menyebabkan pada suatu institusi muncul sdm peneliti yang disiplin ilmunya tidak sesuai lagi dengan tupoksi organisasinya
yang baru, dan e) masih ada peneliti yang kurang kompeten sehingga mempengaruhi
kinerja organisasinya.
Langganan:
Postingan (Atom)






